Pages

Sabtu, 30 April 2016

Jenis - Jenis Angin



1.       Angin tetap           : angin yang terjadi sepanjang tahun dan meliputi wilayah yang sangat luas.
a.       Angin pasat (Trade wind) : angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik / kutub menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa

Angin pasat terdiri dari
                                                         i.      Angin pasat Timur Laut  : angin pasat yang berhembus dari belahan bumi utara
                                                       ii.      Angin pasat Tenggara    : angin pasat yang berhembus dari belahan bumi selatan
Daerah pertemuan angin pasat Timur Laut dan Tenggara (10oLU – 10oLS) merupakan daerah tak berangin, disebut juga Zona Massa Udara Tenang (Doldrum) atau Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT)

b.       Angin anti pasat : angin di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun ke daerah maksimum subtropik
Angin anti pasat terdiri dari
                                                         i.      Angin Barat (Westerlies)  : angin yang berhembus di atas angin pasat pada ketinggian ±30 km dan arahnya berlawanan dengan angin passat
                                                       ii.      Angin Timur (Easterlies)   : angin yang bertiup dari kedua daerah maksimum kutub menuju daerah minimum subpolar (lintang 66,5 ° LU dan 66,5  LS°)

c.       Angin Muson / Monsun (Angin musim) : angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun karena perbedaan tekanan udara yang mencolok antara daratan dan lautan.
Angin Muson terdiri dari
                                                         i.      Angin Muson Barat
Ø  Angin Muson Barat adalah angin yang mengalir dari benua Asia ke Benua Australia dan mengandung curah hujan, disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra.
Ø  Angin Muson Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan, bertiup pada Oktober – April.

 
                                                       ii.      Angin Muson Timur
Ø  Angin Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia ke Benua Asia dan mengandung sedikit curah hujan, disebabkan karena angin melewati celah-celah sempit dan berbagai gurun.
Ø  Angin Muson Timur menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau, bertiup pada April – Oktober.


2.       Angin periodik
a.       Angin laut
Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat, dan umumnya terjadi pada siang hari.

 

b.       Angin darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut, dan umumnya terjadi pada malat hari.

c.       Angin lembah
Angin lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke puncak gunung, biasa terjadi pada siang hari.
 
d.       Angin gunung
Angin gunung adalah angin yang bertiup dari arah gunung ke lembah, biasa terjadi pada malam hari.
3.       Angin lokal
a.       Angin siklon
Angin siklon adalah udara yang bertekanan rendah dikelilingi udara yang bertekanan maksimum, sehingga angin memutar masuk / memusat
Angin siklon di belahan Bumi Utara berputar berlawanan arah jarum jam.
Angin siklon di belahan Bumi Selatan berputar searah jarum jam.
b.       Angin anti siklon
Angin anti siklon adalah udara bertekanan maksimum dikelilingi udara bertekanan minimum, sehingga angin memutar keluar / menyebar.
Angin anti siklon di belahan Bumi Utara menyebar searah jarum jam.
Angin anti siklon di belahan Bumi Selatan menyebar berlawanan arah jarum jam


c.       Angin fohn / angin jatuh
Angin fohn adalah angin yang terjadi karena  ada gerakan massa udara yang naik pegunungan dengan tinggi >200m, naik di satu sisi lalu turun di sisi lain.
Angin fohn terjadi sesuai dengan hujan Orografis, sehingga bersifat panas dan kering 



Terdapat 5 jenis angin Fohn di Indoneisa, yaitu :
1)      Angin Bahorok (Deli, Sumatera Utara)
ð  Angin bahorok adalah massa udara yang telah kehilangan uap airnya di bagian atas bagian pegunungan. Fenomena terjadinya angin bahorok ini tidak terlepas dengan terjadinya angin muson Barat, yang di Sumatera Utara berubah menjadi angin muson Timur.
2)      Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat)
ð  Angin kumbang terjadi  karena daerah bayangan hujan pada bagian atas pegunungan terdapat angin yang meluncur menuruni pegunungan tersebut dengan kecepatan tinggi. Angin memiliki karakteristik jika turun 100 m maka suhunya naik 1 derajat celsius. Jika angin itu sudah sampai bawah pegunungan maka terjadilah angin fohn. Angin kumbang mengakibatkan kerusakan pada tumbuhan seperti tebu.
3)      Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur)
ð  Angin kencang tipe fohn yang berembus pada musim kemarau dan sifatnya panas serta kering, terdapat di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Tiupan angin ini sering merusak pohon sampai membuat pohon tumbang dan mengganggu kesehatan manusia.
4)      Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan)
ð  Angin brubu semula berupa angin muson Timur bergerak  naik di sebelah timur Makassar dan turun ke lereng sebelahnya berupa angin yang bersuhu panas dan kering. Angin brubu terjadi karena ketika suatu massa udara  bergerak ke arah pengunungan dan karena tidak kuat menahan masanya akan mengalami kondensasi pada satu lereng akibatnnya angin yang membawa massa udara tadi tidak lagi mengandung uap air sehingga bersifat kering (fohn).
5)      Angin Wambraw (Biak, Irian Jaya)
ð  Angin wambraw merupakan angin fohn yang terjadi di daerah Biak, Irian Jaya. Angin wambraw berasal dari angin muson Timur.