Pages

Rabu, 21 Oktober 2015

Contoh Resensi Buku - Ada Apa Dengan Narkoba

Katakan Tidak Pada Narkoba
Oleh: Valerie V.

Judul                        : Ada Apa Dengan Narkoba
Penulis                      : Winarto, S.S
Editor                       : Tim Editor Umum
Penerbit                    : CV ANEKA ILMU
Tahun Terbit             : 2007
Tebal                        : 90 halaman
ISBN                        : 979-736-732-0

Judul buku ini sangat menarik dan sangat spesifik dalam menentukan apa kira-kira isi dari buku ini. Buku “Ada Apa Dengan Narkoba” ini dilatar belakangi oleh sangat terbatasnya pengetahuan masyarakat akan narkoba. Melalui buku ini, penulis berusaha untuk memperkenalkan seluk-beluk narkoba kepada anak-anak sedini mungkin dengan harapan setelah memahami dan mempelajari dengan benar akan mampu menghindari penyalahgunaan narkoba tersebut, serta berani mengatakan “Tidak Narkoba”.
Mungkin akan timbul pertanyaan pada benak pembaca seperti: Apa itu narkoba? , Apa saja jenis dan dampak dari penggunaan narkoba? , Apa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba? Buku ini akan menjawab berbagai pertanyaan tersebut dengan memaparkan berbagai bentuk dan jenis narkoba yang populer di masyarakat serta menyampaikan dampak negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat khususnya generasi muda.
Narkoba menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah singkatan dari narkotik, psikotropika, dan bahan/zat adiktif didefinisikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh, baik berupa zat padat, cair, maupun gas yang dapat merubah fungsi atau struktur tubuh secara fisik dan psikis, tidak termasuk makanan, air, dan oksigen yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal (hal. 8).
Jenis-jenis narkoba dibedakan menjadi dua macam, yaitu menurut jenis-jenis zatnya seperti opium, morfin, kokain dan olahan-olahannya, dan efek atau akibatnya yaitu depresan, stimulan, dan halusinogen (hal. 14).
            Dampak pemakaian narkoba menurut buku ini bermacam-macam, yaitu:  depresan atau sering disebut “wind window” dapat menurunkan kerja susunan saraf pusat sehingga penggunanya menjadi tenang atau rileks (hal. 17); stimulan dapat merangsang kerja saraf pusat sehingga pengguna merasa segar, lebih waspada dan percaya diri (hal. 19); dan halusinogen dapat mengakibatkan terjadinya halusinasi karena penyimpangan pada pendengaran, penglihatan, dan perasaan penggunanya (hal. 20).
            Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba menurut Winarto, S.S adalah dengan pendidikan kecakapan hidup atau “life skill”, mengurangi pemasokan (supply) dan permintaan (demand) narkoba di dalam masyarakat, membangun komunikasi antara anak dan orang tua, memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anaknya, keterbukaan di antara anggota keluarga, belajar akibat negatif dari penyalahgunaan narkoba dan dengan bersama-sama menyatukan langkah untuk menolak penyalahgunaan narkoba (hal. 74)

            Jika membaca semua tulisan yang terdapat dalam buku ini, akan terlihat bahwa buku ini memiliki informasi yang cukup lengkap dan jelas. Selain itu, bahasanya mudah dimengerti karena ditulis dengan gaya personal, dan membahas tidak hanya tentang narkoba saja, namun juga membahas tentang cara mencegah, mengatasi dan mengobati penyalah gunaannya dengan berbagai cara, serta ditambah lagi dengan istilah-istilah sekitar narkoba pada halaman 87 yang membuat wawasan pembaca tentang narkoba semakin luas. Namun, pemakaian kata-kata buku “Ada Apa Dengan Narkoba” kurang efektif, kata-katanya seakan terus berputar-putar sehingga dapat menimbulkan kebingungan pada pembaca, dan beberapa kesalahan dalam penggunaan tanda baca. Kesimpulannya, buku ini dapat memberikan keterangan dan penjelasan mengenai narkoba serta dampak-dampaknya dan memberikan dorongan pada pembaca untuk menghindari segala jenis penyalahgunaan narkoba baik untuk diri sendiri maupun kepada orang lain, dan jika dilihat dari kontennya secara keseluruhan, buku ini sangat cocok dan dianjurkan untuk dibaca oleh masyarakat khususnya generasi muda bangsa.
Rabu, 27 Mei 2015

Manfaat Emosi ( Marah Tertawa Menangis )

Sebagai manusia kita tentu mengalami berbagai perubahan emosi setiap harinya. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang mungkin Anda temukan terkait hal ini :
1. Apa itu emosi?
Emosi dapat diartikan sebagai suatu perasaan intens yang ditujukan sebagai suatu reaksi terhadap seseorang atau sesuatu di suatu kejadian. Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'.

2. Dari mana saja sumber perubahan emosi?
  • Secara biologis,  semua emosi berasal dari sistem limbik otak yang terletak di batang otak Selain itu, hormon juga mempengaruhi perubahan emosi pada seseorang. Misalnya perempuan yang sedang menstruasi / haid lebih cepat mengalami perubahan emosi karena saat itu tubuh sedang memproduksi hormon sehingga kadang jumlahnya (esterogen &  progesteron) tidak stabil. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, mood wanita bisa berubah selama dua minggu terakhir siklus menstruasi atau dua minggu sebelum menstruasi. Hormon lain yang membuat perubahan mood adalah hormon Serotonin. Semakin banyak jumlah serotonin dalam tubuh, semakin baik juga mood kita, dan sebaliknya.
  • Secara individual, semua orang memiliki kepribadian masing-masing. Intinya, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk memiliki emosi apa pun secara lebih intens atau memiliki intensitas afek (perbedaan individual dalam kekuatan di mana individu-individu mengalami emosi mereka) tinggi.
  • Cuaca. Tahukah kamu, ada penjelasan ilmiah mengenai "galau saat hujan"? Saat hujan (atau mendung), sinar matahari yang diterima oleh tubuh lebih sedikit. Sinar ini memiliki dampak besar terhadap suasana hati karena mempengaruhi jumlah penyerapan vitamin D. Vitamin D ini ditemukan dapat mengubah tingkat serotonin di otak. Intinya : Banyak awan => Hujan => Sedikit sinar matahari => Sedikit Vitamin D => Sedikit serotonin => Stres, galau, sedih, dsb.
  • Kurang tidur. Semakin sedikit Anda tidur, semakin sulit juga Anda untuk menilai yang benar dan salah, untuk mengontrol diri dan berpikir dengan jernih, maupun menghindari stres. Saat tidur, tubuh sebenarnya sedang menabung energi dan pada level tertentu terjadi proses perbaikan. Jika proses ini terganggu, kita tidak dapat melakukan hal yang kita inginkan (Barry Krakow). Menurut Direktur Medis Sleep Medicine Center Martha Jefferson Hospital Christopher Winter, penelitian  menunjukkan adanya peningkatan aktivitas amigdala saat waktu tidur berkurang. Amigdala adalah bagian otak yang mengatur emosi, seperti rasa marah. 
  • Olahraga.  Setiap aktivitas fisik membantu dalam memproduksi endorfin. Endorfin adalah molekul protein yang berfungsi sebagai obat penenang dan mengurangi rasa sakit karena ketegangan atau stres, juga mengatur produksi hormon dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain endorfin, aktivitas fisik (olahraga) juga memproduksi adrenalin, serotonin, dan dopamin yang membantu menciptakan dan memelihara kestabilan emosional.
  • Usia. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa emosi negatif tampaknya semakin jarang terjadi seiring bertambahnya usia seseorang.
  • Gender / Jenis kelamin. Dalam perbandingan antargender, wanita menunjukkan ekspresi emosional yang lebih besar dibandingkan pria. Mereka megalami emosi secara lebih intens dan mereka menunjukkan ekspresi emosi positif maupun negatif yang lebih sering, kecuali kemarahan. Tidak seperti pria, wanita juga menyatakan lebih nyaman dalam mengekpresikan emosi dan mampu membaca petunjuk nonverbal dan paralinguistik secara lebih baik.
3. Apa saja manfaat emosi?
  • Tertawa : (http://www.tipskesehatanmu.com/2014/10/15-manfaat-tertawa-bagi-kesehatan-tubuh.html)
1. Mengurangi Stress
Hormon stress seperti epinephrine dan cortisol diketahui cenderung menurun setelah anda tertawa. hormon tersebut dapat menurunkan sistem imun tubuh, memperbesar resiko infeksi dan memperburuk kesehatan secara umum.
Stress fisik dan emosional dapat menghambat keluarnya hormon prolaktin, insulin, tiroid yang berfungsi kebalikan dari hormon epinephrine dan cortisol. Jadi, jika anda sedang stress, tidak ada salahnya membuka youtube dan lihat video-video lucu dan ringankan beban pikiran anda.

2. Mengatasi Kesedihan
Hidup memang tidak tentu dan semua itu diluar kendali manusia, meskipun begitu manusia masih dapat mengontrol cara merekabereaksi terhasap peristiwa ini. Menanggapi kesedihan dengan tawa dapat membuat pikiran, tubuh dan jiwa tenang dan nyaman.

3. Melancarkan Peredaran Darah
Tertawa terbukti melancarkan peredaran darah dan meningkatkan aliran ke pembuluh darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tertawa dapat melebarkan endotelium, yaitu jaringan yang menyusun lapisan darah, dan memungkinkan darah mengalir lebih baik.

4. Setara Latihan Berat
Menurut Peneliti tertawa 100 kali setara dengan energi 15 menit pada mesin dayung. sama seperti olahraga, tertawa membuat orang cenderung mengambil nafas yang berfrekuensi cepat. hal ini dapat membantu asupan oksigen bagi tubuh.

5. Menurunkan Gula Darah
Menurut studi, terapi dengan tertawa dapat mempengaruhi sistem neuroendokrin dan mempercepat penggunaan glukosa oleh otot yang aktif.

6. Penghilang Rasa Sakit
Dengan tertawa, anda dapat merangsang keluarnya hormon endorfin yang membantu meningkatkan kebahagiaan dan mengatasi nyeri.

7. Meningkatkan Keterampilan Sosial
Menurut peneliti Inggris Downer Debbie tertawa dapat memungkinkan manusia untuk menghubungkan dan berkomunikasi satu sama lain, sehingga dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka.

8. Melepaskan Emosi Negatif
Melepaskan emosi negatif seperti pertengkaran dengan tertawa ternyata dapat memberikan efek psikologis yang besar. tertawa dapat melemaskan otot otot yang menyebabkan emosi terkait, sehingga dapat melepaskan emosi negatif dan melepaskan ketegangan.

9. Menyehatkan Organ Tubuh
Saat tertawa, organ tubuh anda seperti jantung, otak dan paru-paru ikut terlibat dan ikut terangsang. karena rangsangan, organ-organ tersebut aktif dan membuat mereka rileks dan hal ini dapat memperpanjang kesehatan mereka.

10. Meningkatkan Sistem Imun
Tertawa dapat mengontrol sekresi hormon pembuat stress, tertawa juga terbukti dapat meningkatkan kadar saliva imunoglobin A, sebuah antibodi penting yang melawan bakteri dan infeksi.

11. Meningkatkan Memori
Tertawa memberi pasokan oksigen dalam jumlah banyak ke otak, hal ini dapat membantu meregenerasi ulang sel-sel otak anda.

12. Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
Karena tertawa dapat melancarkan sirkulasi darah dan oksigenisasi dalam darah, tertawa menjadi cara yang paling ampuh untuk memerangi penyakit jantung.

13. Meningkatkan Mood
Mood dapat meningkat secara drastis setelah anda tertawa, sepert yang disebutkan diatas karena tertawa dapat meredakan stress. Tahukah anda, tertawa memberikan stimulasi setara dengan makan cokelat 2000 bars?

14. Berumur Panjang
Tertawa dapat membuat seseorang berpikir optimis dan positif terhadap apa yang terjadi, sehingga membuat tubuh terespon dan membuat seseorang mempunyai umur panjang, terlepas dari adanya penyakit yang diderita.

dan yang paling penting, tertawa itu
15. Gratis
Ya, gratis! Tertawa merupakan salah satu sarana pengobatan, latihan, terapi yang gratis! dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun anda berada.
  • Marah (http://www.sayangi.com/gayahidup1/read/22705/ini-dia-4-manfaat-marah)
Jadi Kekuatan Pendorong
Terkadang ketika orang membicarakan sesuatu hal diikuti dengan emosi yang memuncak, tidak menutup kemungkinan akan membuatnya termotivasi untuk mengungkapkan semua yang menjadi beban di kepalanya. Inilah yang menyebabkan kemarahan bisa menjadi energi positif untuk memecahkan sebuah masalah.

Membuat Seseorang Lebih Optimis
Meskipun terdengar agak aneh, namun kemarahan ternyata bisa membuat seseorang lebih optimis dan bahagia. Apabila dibandingkan dengan orang yang sering menahan emosi yang malahan akan membuat seseorang akan menderita karenanya. Orang yang mampu menyuarakan kemarahannya biasanya cenderung akan lebih optimis dengan hidupnya.

Menyelamatkan Hubungan
Dalam kaitannya dengan hubungan cinta, pertemanan dan kekeluargaan,  orang yang sering menahan kemarahan dan kekecewaan dalam hubungannya ini biasanya cenderung merugikan diri sendiri dan hubungan yang dibinanya. Namun bila orang yang cenderung meluapkan kemarahannya dan lebih terbuka untuk mengungkapkan kekecewaannya, bila disikapi dengan baik maka kemarahan ini ternyata malahan dapat menjadi penyelamat hubungan cinta, pertemanan maupun kekeluargaan.

Mengurangi Kekerasan
Meskipun kemarahan terkadang biasa diisi dengan kekerasan fisik, namun bila kemarahan yang terjadi hanya sebatas kata-kata justru bisa menyelamatkan seseorang dari hantaman kekerasan fisik
  • Menangis (http://www.seksualitas.net/manfaat-menangis-bagi-kesehatan.htm#_)
1. Menurunkan tingkat stres
Ketika menangis, tubuh mengeluarkan beberapa bahan kimia dan hormon yang terbentuk akibat stres. Pada sebuah penelitian diketahui bahwa kadar zat kimia Adrenocortricotrophic (ACTH) lebih banyak ditemukan pada air mata yang keluar akibat stres. Zat kimia tersebut merangsang pembentukan hormon kortisol (hormon stres) sehingga mengeluatkan zat ACTH melalui air mata bermanfaat bagi kesehatan
2. Manfaat menangis bagi pikiran
Ketika air mata keluar, tubuh juga mengeluarkan hormon endorfin (seperti yang di atas). Menangis juga memberikan manfaat psikologis bagi kesehatan tubuh yakni menguatkan hati dan membantu kita agar lebih tegar menghadapi situasi yang menyakitkan.
3. Mencegah pilek dan flu
Air mata yang kita keluarkan ketika menangis mengandung zat Lisozim fluida yang mampu membunuh 95% bakteri dalam hitungan menit.
4. Detox
Air mata yang keluar karena fator emosional (sedih) memiliki kandungan zat yang lebih beracun daripada air mata iritasi. Hal ini berarti mengeluarkan air mata secara emosional dapat membuang limbah dan racun dari tubuh kita.
Kamis, 07 Mei 2015

Pidato dan Contoh Pidato Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) Singkat





Topik : Pendidikan



Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. 
Ibu Maria Goretti Suryani selaku Kepala SMP Tarsisius Vireta yang saya hormati,
Ibu Romauli Pasaribu selaku Wakil Kepala SMP Tarsisius Vireta bidang kurikulum yang saya hormati,
Bapak Ari Susilo selaku Wakil Kepala SMP Tarsisius Vireta bidang kesiswaan yang saya hormati,
Bapak/Ibu guru SMP Tarsisisus Vireta yang saya hormati,
Dan teman-teman yang saya kasihi.
Pertama-tama marilah kita ucapkan Puji dan Syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat.
Tidak lupa saya sebagai ketua OSIS SMP Tarsisius Vireta ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato saya dalam rangka “Hari Pendidikan Nasional” ini.
Hari Pendidikan Nasional atau dikenal HARDIKNAS adalah hari yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk memperingati hari kelahiran salah seorang tokoh bangsa yakni Ki Hadjar Dewantara, pada tanggal 2 Mei. Ki Hadjar Dewantara adalah seorang tokoh pelopor pendidikan di Indonesia. Atas jasa beliau dalam bidang pendidikan, saat ini kita dapat menikmati kemerdekaan di negeri kita tercinta dan dapat bersaing dalam era globaliasi. Sehingga sebagai generasi penerus bangsa, kita harus giat dalam belajar agar nantinya kita dapat bersaing untuk memajukan dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Maka dari itu, marilah kita tata kiat-kiat dalam membangun integritas diri dan menggapai masa depan dengan belajar efektif.
Pertama, ciptakan suasana belajar yang kondusif. Belajarlah di tempat yang nyaman dan dapat menenangkan agar kita dapat lebih fokus dalam belajar. Jika situasi belajar menurut kalian tidak nyaman atau kotor, jangan paksakan diri untuk belajar karena suasana yang tidak nyaman akan mengganggu fokus belajar dan membuat materi yang kita pelajari otomatis tidak terserap secara efektif.
Kedua, belajar sekaligus praktek. Maksudnya, biasanya jika belajar dengan membaca atau teori saja, pikiran kita cepat jenuh. Cobalah dengan sedikit praktek atau pengamatan, misalnya seperti IPA saat belajar materi gelombang kita bisa bereksperimen sendiri dengan mungkin menggoyang-goyangkan sesuatu benda di dekat kita. Dengan itu kita dapat membuat belajar lebih mengasyikan, sekaligus membuktikan teori tersebut.
Ketiga, belajar menyicil. Seringkali kita hanya belajar saat diberi tahu oleh guru bahwa esok hari kalian ada ulangan, sehingga belajar dengan penuh tekanan dan dengan SKS atau Sistem Kebut Semalam. Menyicil belajar dari jauh-jauh hari, misalnya saat sedang jenuh dan tidak tahu mau berbuat apa, kita bisa belajar. Dengan ini kita selain memanfaatkan waktu luang kita, kita juga dapat mengerti dengan cepat saat guru mulai menjelaskan bab tersebut, atau mudah menghafal kembali materi saat ulangan.
Keempat, belajar dengan diskusi dalam kelompok kecil. Belajar secara berkelompok ini dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu dalam memahami suatu materi tertentu dapat cepat mengerti dan dengan mengajari, orang yang mengerti lebih paham lagi. Selain itu, dengan diskusi kita dapat mencari tahu lebih dalam metode belajar apa yang lebih cocok untuk diri kita. Misalnya si A tidak begitu paham dengan pelajaran Fisika, si C yang paham dapat membantunya, dan begitu pula sebaliknya di pelajaran-pelajaran lain. Metode belajar pun bermacam-macam, bisa saja si A lebih cepat memahami dengan membaca, dan si C dengan mendengar. Si A dapat membantu si C sambil belajar juga.
Kelima, berpikirlah dengan kritis. Janganlah terpaku dengan satu sumber. Jika sumber tersebut tidak lengkap, carilah informasi dari sumber lain untuk melengkapi pengetahuan kita karena ilmu yang kita dapat tidak hanya untuk mengejar nilai yang cukup, namun untuk masa depan kita.
Terakhir, untuk menjalankan semua tata kiat yang kita rencanakan, dibutuhkan tekad yang kuat dari diri kita masing-masing untuk terus belajar dan berkembang. Kita tidak boleh terus berada di dalam zona nyaman kita dan harus berani untuk meninggalkan kebisaaan yang umum, namun fatal dalam diri kita masing-masing yaitu sikap malas. Meskipun demikian, dalam belajar, kita juga tidak boleh memaksakan diri. Beristirahatlah di sela-sela waktu belajar, namun jangan sampai lupa waktu. Hal penting lainnya yang tidak boleh kita lupakan adalah berdoa kepada Tuhan, agar kita selalu dibimbing dan diberkati oleh-Nya.
Dari uraian tadi dapat disimpulkan bahwa belajar dengan efektif harus didasari dengan tekad dan kemauan diri. Sisanya tergantung dari metode belajar kita masing-masing.
Sekian pidato dari saya pada hari ini. Semoga pidato saya dapat memotivasi kita semua untuk menjadi lebih baik. Terima kasih. Salam sejahtera.
 

NB :
Unsur-unsur dalam teks pidato :
 
a. Salam Pembuka  
~> Contoh : Selamat pagi/siang/sore, Salam sejahtera, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dsb
b. Sapaan Penghormatan
Sapaan penghormatan diurutkan dari yang (memiliki jabatan/peran) tertinggi hingga terendah. Bisa kita gunakan kata "Kepada yang terhormat ....(nama dan/atau jabatan)." atau "(Nama dan/atau jabatan) yang saya hormati.", dsb.
c. Pendahuluan
Pendahuluan berisi kata-kata pengantar untuk mengawali sebuah pidato, atau bisa juga berupa "Puji Syukur kepada Tuhan YME......".
d. Inti / Isi Pidato
Isi pidato harus sesuai dengan tema. Pidato memiliki tujuan-tujuannya tersendiri. Sifat-sifat pidato yaitu Persuasif (mempengaruhi orang lain untuk melakukan/mengikuti ilustrasi/kemauan kita), Informatif (memberikan informasi/pemahaman kepada orang lain), dan Rekreatif (membuat orang senang atau terhibur).
e. Penutup (Kesimpulan)
Penutup berupa kesimpulan dari keseluruhan isi pidato yang telah disampaikan.
f. Salam Penutup
~> Contoh : Terima kasih, Salam sejahtera, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dsb.
Metode dalam menyampaikan pidato ada 4 :
1. Metode impromptu : secara spontan, serta merta tanpa persiapan
2. Metode ekstemporan : mempersiapkan konsep pidato dalam bentuk garis besar
3. Metode memoriter : menyampaikan pidato secara keseluruhan berdasarkan naskah yang telah dihafal
4. Metode naskah / manuskrip : penyampaian pidato dengan menggunakan naskah (membaca pidato)
Rabu, 11 Februari 2015

CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau RJP (Resusitasi Jantung Paru)

Bagi kalian yang sering menonton film kayak detektif, atau perang-perang, atau drama series gitu, pernah gak kalian liat adegan misalnya pas ada orang habis ketembak atau ketabrak mobil gitu terus bagian dada kirinya dipompa gitu sambil beberapa kali dikasih nafas buatan? nahh itulah yang disebut CPR/RJP. CPR adalah pertolongan pertama pada penderita serangan jantung. Cara melakukan CPR itu tidak sembarangan, yaitu sebagai berikut :

  1. Periksa kemungkinan terjadinya gagal jantung, seperti denyut nadi menghilang dan hilang kesadaran.
  2. Pastikan posisi tubuh pederita serangan jantung dalam keadaan terlentang.
  3. Buka saluran pernapasan dengan cara mendongakkan kepala dan mengangkat dagu penderita ke atas.
  4. Periksa tanda-tanda bernapas dengan merasakan dan mendengarkan adanya gerakan udara di mulut penderita atau naik turunnya gerakan dada.
  5. Jika penderita serangan jantung tidak bernapas, lakukan napas buatan kepada penderita dengan cara memencet hidung penderita, lalu bernapas secara cepat ke dalam mulutnya sebanyak empat kali. Tunggu reaksi dari penderita seperti denyut jantungnya mulai terasa atau dadanya bergerak naik yang mengindikasikan penderita mulai bernapas kembali atau tidak.
  6. Apabila muncul tanda-tanda adanya pergerakan naik pada dada, tapi denyut tidak terasa, berikan napas buatan kembali. Namun apabila tidak ada tanda munculnya denyut jantung dan pergerakan naik pada dada, lakukan tindakan menekan dada.
  7. Berlutut di samping korban dan cari ujung terbawah tulang dada. Gunakan tangan kanan dengan meletakkan dua lebar jari di atas titik ini, lalu gunakan tangan kiri dengan meletakkan tumit tangan kiri di atas dua lebar jari tadi.
  8. Posisikan tubuh Anda tepat di atas korban, lalu hentakkan tangan dengan kuat dan berirama sebanyak 15 kali dengan kecepatan satu detik untuk setiap tekanan. Lakukan tekanan yang cukup kuat hingga mendesak tulang dada sekitar 1,5 - 2 inchi.
  9. Setiap tekanan ke bawah, lepaskan dan angkat tangan ke atas sambil tetap mempertahankan kontak tumit telapak tangan ke dada.
  10. Segera contongkan tubuh, buka saluran napas, lalu pencet hidung korban. Lakukan dia kali pernapasan ke dala mulutnya.
  11. Ulang siklus ini dengan 15 kali tekanan di dada dan diikuti 2 kali pernapasan buatan hingga bantuan medis datang atau hingga penderita serangan jantung memperoleh kembali denyut nadinya.

Jadi intinya, CPR tidak dapat dilakukan asal-asalan. Kalau misalnya (semoga saja tidak) kamu berada di tempat kejadian tabrakan secara kebetulan da melihat adaya korban dan kamu tidak dapat melakukan CPR, lebih baik kamu menelepon bantuan dan membantu agar korban tidak dikerumuni.


Sumber : Hermawati, Risa dan Haris Asri Candra Dewi. 2014. Berkat Herbal Penyakit Jantung Koroner Kandas. Jakarta Selatan : Fmedia (Imprint AgroMedia Pustaka)
Jumat, 30 Januari 2015

Contoh Resensi Buku

Berkat Herbal Penyakit Jantung Koroner Kandas

Judul                            : Berkat Herbal Penyakit Jantung Koroner Kandas
Penulis                         : Risa Hermawati dan Haris Asri Candra Dewi
Penyunting                  : Nofiandi & Diah Ari
Penerbit                       : FMedia (Imprint AgroMedia Pustaka)
Tahun Terbit               : 2014
Cetakan                       : Ke-1
Tebal                           : 88 halaman
ISBN                           : 979-006-502-7
            Judul buku ini sangat menarik dan sangat spesifik dalam menentukan siapa kira-kira target pembaca buku ini. Dari judulnya saja, pembaca akan segera mengetahui apa yang terdapat dalam isi buku ini. Buku ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan orang tentang cara mencegah dan mengobati penyakit pada jantung koroner.
            Mungkin akan timbul pertanyaan pada benak pembaca seperti: Upaya apa saja yang bisa dilakukan agar terhindar dari serangan jantung? , Pertolongan pertama apa saja yang bisa dilakukan jika diri sendiri ataupun orang lain terkena serangan jantung? , Pertolongan seperti apa yang bisa dilakukan oleh diri sendiri dengan biaya yang terjangkau? Penulis buku ini adalah Risa Hermawati dan Haris Asri Candra Dewi. Risa Hermawati mendapatkan gelar sarjana pada Jurusan Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, sedangkan Haris Asri Candra Dewi meraih gelar Sarjana Sains pada jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang. Mereka menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini menjadi kendala bagi para pembaca. Buku ini dipersembahkan oleh penulis sebagai cara alternatif untuk mencegah dan mengobati penyakit pada jantung denga nmemanfaatkan kekayaan alam yang ada, terutama dengan menggunakan 15 “tanaman ajaib” penakluk penyakit jantung, dan diharapakan bermanfaat dan dapat membantu para penderita penyakit jantung sebagai upaya pengobatan ataupun sekedar sebagai upaya pencegahan.
            Kesatu, upaya yang dilakukan agar tehindar dari serangan jantung menurut Risa dan Haris adalah hindari makanan dengan kandungan kolesterol jahat yang tinggi, konsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi, hindari mengkonsumsi alkohol, hindari stres berlebihan, hentikan kebiasaan merokok, kendalikan tekanan darah, olahraga secara teratur (hal 12).
            Kedua, pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika terkena serangan jantung dapat dilakukan terhadap diri sendiri dan orang lain. Bagi Risa dan Haris pertolongan terhadap diri sendiri yaitu menarik nafas dalam-dalam lalu melakukan batuk dengan sengaja secara dalam-dalam dan berkepanjangan seperti saat mengeluarkan dahak dari dalam dada. Sedangkan pertolongan terhadap orang lain dapat dilakukan dengan memeriksa kemungkinan terjadinya gagal jantung seperti denyut nadi menghilang dan hilang kesadaran, memastikan posisi tubuh penderita serangan jantung dalam keadaan terlentang, membuka saluran pernafasan dengan cara mendongakkan kepala dan mengangkat dagu ke atas, memeriksa tanda-tanda pernapasan dengan merasakan dan mendengarkan adanya gerakan darah di mulut  penderita atau naik turunnya gerakan dada, memberikan napas buatan kepada penderita serangan jantung jika penderita berhenti bernapas (hal 16).
            Ketiga, untuk pengobatan dengan biaya terjangkau menurut Risa dan Haris adalah dengan menggunakan “tanaman ajaib” seperti daun dewa, digitalis, bawang putih, mengkudu, sembung, manggis, pule pandak, jati belanda, pegagan, sarang semut, kemuning, tempuyung, temu putih, temu giring, seledri, temulawak, dan kelapa hijau. Adapun tip penggunaan tanaman obat menurut penulis antara lain: pemilihan dan penanganan awal, pengeringan dan penyimpanan, penggunaan wadah dan perebusan tanamab obat, pengondisian nyala api, indikator waktu perebusan, dosis penggunaan, cermati waktu pengonsumsian, keteraturan pengonsumsian, dan kombinasi dengan obat lain (hal 62).

            Jika membaca semua tulisan yang terdapat dalam buku ini, akan terlihat bahwa buku ini sangat kaya akan cakupannya. Selain itu, bahasanya mudah dimengerti karena ditulis dengan gaya personal, tidak hanya tentang penyakit jantung koroner yang dibahasnya, namun juga membahas tentang cara mengatasi dan mengobati dengan banyak cara. Kesimpulannya, buku ini dapat memberikan solusi kepada pembaca tentang cara menghindari, mengobati, dan memberi pertolongan pada penderita penyakit jantung terutama jenis jantung koroner. Kritik terhadap buku ini terdapat pada isi awal buku yang kurang menarik dan terlihat agak monoton.